Script Bash untuk Backup di Linux
Script Bash untuk Backup di Linux

Script ini akan membantu Anda mencadangkan file dan folder penting secara teratur ke lokasi lain. Anda dapat memodifikasi script ini sesuai dengan kebutuhan Anda.

Persiapan:

  1. Editor: Gunakan editor teks seperti nano atau vim untuk membuat dan mengedit script.
  2. Izin: Pastikan Anda memiliki izin untuk membaca file dan folder yang ingin dicadangkan, serta menulis ke lokasi tujuan backup.
  3. Lokasi Backup: Tentukan lokasi penyimpanan cadangan, misalnya drive eksternal atau direktori di server lain. Ganti /path/to/backup dengan lokasi Anda.

Script:

#!/bin/bash

# Lokasi direktori yang akan dicadangkan
source_dir="/home/user/documents"  # Ganti dengan direktori Anda

# Lokasi penyimpanan backup
destination_dir="/path/to/backup"

# Nama file backup (dengan timestamp)
backup_file="$destination_dir/$(date +%Y-%m-%d)_backup.tar.gz"

# Periksa apakah direktori backup ada
if [ ! -d "$destination_dir" ]; then
  echo "Direktori backup ($destination_dir) tidak ditemukan. Membuat direktori..."
  mkdir -p "$destination_dir"
fi

# Cadangkan direktori ke file terkompres
tar -czvf "$backup_file" "$source_dir"

# Tampilkan pesan konfirmasi
if [ $? -eq 0 ]; then
  echo "Backup berhasil dibuat: $backup_file"
else
  echo "Backup gagal!"
fi

Penjelasan Script:

  1. Baris pertama (#!/bin/bash) mendefinisikan interpreter yang akan digunakan untuk menjalankan script (bash).
  2. Variabel source_dir menyimpan lokasi direktori yang akan dicadangkan.
  3. Variabel destination_dir menyimpan lokasi penyimpanan file backup.
  4. Variabel backup_file menyimpan nama file backup yang akan dibuat, termasuk tanggal dengan format YYYY-MM-DD.
  5. Script memeriksa apakah direktori backup ($destination_dir) sudah ada. Jika tidak, script akan membuat direktori tersebut menggunakan perintah mkdir -p.
  6. Perintah tar -czvf digunakan untuk membuat file backup terkompres (gzip) dengan format .tar.gz.
  7. Script menampilkan pesan konfirmasi tergantung pada status eksekusi ($?). Jika berhasil ($? -eq 0), script akan menampilkan pesan sukses dan nama file backup. Jika gagal, script akan menampilkan pesan kegagalan.

Cara Penggunaan:

  1. Simpan script dengan nama yang diinginkan, misalnya backup.sh.
  2. Buka terminal dan navigasi ke direktori tempat script disimpan.
  3. Berikan izin eksekusi pada script menggunakan perintah chmod +x backup.sh.
  4. Jalankan script dengan mengetikkan ./backup.sh di terminal.

Penjadwalan Backup (Opsional):

Anda dapat menjadwalkan script backup untuk berjalan secara otomatis menggunakan crontab.

  1. Ketik crontab -e di terminal untuk edit crontab.
  2. Tambahkan baris berikut, ganti 0 0 * * * dengan jadwal yang diinginkan (misalnya, setiap hari di tengah malam).
0 0 * * * /path/to/script/backup.sh

Dengan script ini, Anda dapat dengan mudah mencadangkan file dan folder penting secara teratur dan memastikan keamanan data Anda.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link